Minggu, 12 April 2009

Ruang Belajar yang Praktis dan Nyaman



Membangkitkan potensi anak bisa dimulai dari ruang belajar yang tertata dan menyenangkan.
Pada dasarnya, aktivitas harian anak adalah bermain, belajar, dan istirahat. Sekolah, lingkungan sekitar, dan seluruh rumah hingga ke halaman bisa menjadi arena bermain dan belajar. Begitulah pendekatan modern dalam mendidik anak, agar anak mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Namun, adanya ruang belajar di rumah sangat penting, mengingat ada saat anak harus berkonsentrasi menyerap pelajaran. Untuk itu, diperlukan ruang dengan penataan yang mendukung hal tersebut.
Kini rumah-rumah yang dibangun pengembang sangat memperhatikan ruang untuk anak. Biasanya ruang ini merangkap ruang untuk tidur dan belajar. Selain kondisi ruangan ditata lebih optimal, pengembang berupaya menghemat penggunaan ruangan secara efisien, tetapi juga mendukung fungsinya untuk tempat beristirahat dan belajar, juga bersantai dan bermain.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia Dhanang Sasongko, sifat dasar anak adalah senang belajar. Sejak usia dini, anak belajar berjalan dan berbicara atas kemauan sendiri. Proses belajar yang menyenangkan akan menumbuhkan emosi positif. Anak harus diposisikan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga anak belajar atas inisiatif diri sendiri, bukan semata-mata diperintah.
Perkembangan jiwa anak meliputi aspek-aspek kognitif (kreativitas), afektif (rasa senang), dan psikomotorik (aktivitas). Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk rumah dan tempat ia belajar. Ruang belajar berperan cukup besar dalam menentukan hasil belajar anak.
Bila memungkinkan, libatkan anak dalam menata ruang belajar, untuk mengetahui hal-hal yang disukai dan tidak disukai. Penempatan dan penyimpanan barang diatur bersama-sama dengan si kecil untuk memberinya rasa memiliki terhadap kamar dan seisinya, sekaligus memberikan rasa tanggung jawab kepada mereka.

Ruang belajar yang memadai adalah nyaman, menarik, bebas dari gangguan, memiliki sirkulasi dan suhu udara yang baik, serta penerangan yang memadai. Kenyamanan ruang belajar adalah faktor penting yang harus diwujudkan agar suasana hati dan semangat belajar anak tetap menyala. Jauhkan letak ruangan ke arah ruang televisi atau ruang lain yang berpotensi menimbulkan suara berisik, sehingga mengganggu konsentrasi anak.
Agar nyaman, aturlah kesejukan dan sirkulasi udara dalam ruangan yang mampu mengusir panas dan pengap. Langit-langit yang tinggi dan lubang ventilasi yang memadai dapat memperlancar sirkulasi udara. Bila lubang ventilasi kurang memadai, gunakan saja AC atau kipas angin untuk melancarkan sirkulasi udara.
Desain interior pun dibuat lebih kreatif dan menarik bagi anak, jangan formal. Poster-poster pengetahuan umum dan alat peraga yang bersifat interaktif juga cocok ditempatkan di ruangan belajar, termasuk papan tulis mini dan softboard untuk menempelkan berbagai karya, catatan, atau gambar-gambar anak.
Letakkan meja belajar dan kursi dekat jendela atau tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari langsung agar tidak memerlukan penerangan lampu pada siang hari. Jangan membelakangi penerangan. Posisi juga mesti efisien dan tidak makan banyak tempat. Untuk menghemat ruangan, furnitur sebaiknya bisa sekaligus menampung beberapa fungsi. Misalnya, tempat tidur atau kursi yang ada lacinya, sofa yang bisa dijadikan tempat tidur, atau laci yang bisa dijadikan sebagai meja. Lemari gantung atau rak sederhana di dinding bisa untuk penyimpanan dan rak buku. Manfaatkan ruang kosong di bawah tempat tidur sebagai meja belajar dan tempat menyimpan buku-buku.

Di samping meja, kursi, dan rak buku, lengkapi pula ruangan dengan karpet, bantal, dan sofa bed. Jika teman-teman si kecil datang, mereka bisa beraktivitas di ruangan ini. Kehadiran teman bila diatur dengan baik bisa membantu proses belajar. Anak dapat belajar dengan menyenangkan. Bila anak enggan duduk di kursi, ia bisa turun dan duduk, jongkok, maupun tidur-tiduran di karpet. Malas belajar dapat dihindari dengan membuat anak menganggap belajar sebagai kegiatan yang menarik, menyenangkan, atau menjadi suatu kebutuhan.
Untuk membangkitkan gairah belajar, tambahkan energi pada ruangan. Salah satunya dengan mengaplikasikan warna-warni, yang memang memberi pengaruh psikologi terhadap seseorang. Warna memang penting untuk membangkitkan suasana hati, emosi, dan suasana yang menyenangkan. Penggunaan warna yang tepat pada ruang belajar dapat menghindarkan anak dari rasa bosan, bahkan bisa memberi semangat. Yang perlu diingat, kombinasi warna tidak boleh terlalu kontras.
Gunakan warna merah muda, ungu, atau jingga sebagai aksen yang dapat menimbulkan semangat, gairah, dan daya kreativitas. Anak biasanya memang menyukai warna-warna cerah, tetapi sebaiknya tetap dipadankan dengan warna hangat dan lembut untuk mengistirahatkan mata dan menjaga suasana ruangan agar tetap nyaman. Ruangan juga bisa makin atraktif dengan tampilan dinding yang meriah--berhiaskan wallpaper yang ekspresif--agar dinding tidak monoton. Untuk plafon atap, wallpaper pun tak kalah menarik.

Agar tercipta penerangan yang nyaman dan memadai, perhatikan titik lampu pada ruang. Penyinaran yang tepat membuat mata tidak mudah lelah dan aktivitas belajar pun nyaman. Yang ideal, tempatkan dua titik lampu pada tiap sisi bidang baca. Selain obyek baca tampak jelas tanpa bayangan, mata pun tidak mudah lelah.
Letakkan lampu belajar sedemikian rupa, sehingga cahayanya bisa langsung menerangi obyek yang dipelajari, agar obyek terlihat jelas dan tidak melelahkan mata. Pilih lampu yang sesuai dengan kebutuhan dan berdaya terang memadai. Lampu pijar dengan cahaya berwarna kuning baik untuk belajar karena cahayanya stabil. Namun, lampu fluoresence dengan cahaya berwarna putih baik untuk melihat warna-warna. Lampu pijar bagus untuk penerangan terpusat. Lampu fluoresence juga cocok untuk penerangan menyeluruh.
Ruang belajar anak dapat ditata dengan praktis agar menghasilkan kenyamanan belajar, sekaligus membangkitkan potensi anak secara optimal. DANIS PURWONO
Memilih dan Menata Furnitur Ruang Belajar Anak
• Pilih ukuran furnitur yang sesuai dengan ukuran ruang dan letak furnitur lainnya. Jangan sampai ruangan menjadi sempit dan tidak nyaman untuk belajar.
• Furnitur harus berkualitas baik agar kuat dan awet.
• Furnitur, baik dari bahan kayu maupun logam, mesti sering dibersihkan setiap hari, dari debu, kotoran, dan cipratan air. Selain memelihara keawetan dan keindahan furnitur, pembersihan ini demi kesehatan ruang belajar.
• Meja dan kursi belajar harus sesuai dengan bentuk dan ukuran yang ergonomis, sesuai dengan pertumbuhan dan ukuran fisik anak.
• Kursi harus nyaman dan aman untuk segala aktivitas, dengan lapisan bahan yang empuk pada dudukan dan sandarannya. Ini sangat penting untuk mencegah kelelahan, pusing, dan pegal-pegal. Namun, kursi jangan terlalu empuk atau nyaman--yang membuat anak terlalu santai--sehingga mengganggu konsentrasi belajar.
• Mengingat anak berada dalam masa pertumbuhan, usahakan meja dan kursi belajar dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama (sekitar 5-6 tahun). Pilihlah kursi yang dapat diatur ketinggiannya.
• Kursi harus ada pijakan dan tidak membuat kaki menggantung. Tidak adanya pijakan dapat mengganggu kelancaran sirkulasi darah dan menimbulkan rasa gelisah.
• Pilih desain furnitur yang menarik, baik segi bentuk maupun warna, dan tidak terlalu kaku atau formal. Gunakan warna-warna cerah yang disukai anak, sehingga dapat lebih memotivasinya belajar.
• Beberapa jenis laci dan tempat penyimpanan dalam sebuah desain meja yang menarik juga baik untuk melatih kedisiplinan sekaligus kreativitas anak.

sumber (disadur dari) :
www.korantempo.com / Edisi 21 Maret 2009

Tidak ada komentar: